Kondisi Sumberdaya Alam

Sebagai modal dasar pelaksanaan pembangunan di Desa Babadan terdapat
sumberdaya alam yang cukup melimpah. Dengan kondisi alam pegunungan yang berbukit – bukit dan letak wilayah Desa Babadan yang berada tepat di kaki Gunung Kawi yang indah dan bertanah subur merupakan asset yang berpotensi untuk pengembangan usaha berbasis sumberdaya alam.

  • Bidang Pertanian dan Perkebunan

Desa babadan memiliki area pertanian kurang lebih seluas 864,85 hektar yang terdiri dari area persawahan 10,00 hektar dan perladangan 854,85 hektar. Komoditas tanaman dari usaha pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di antaranya adalah padi, jagung, singkong, palawija, sayur mayur, tebu, kopi dan cengkeh.

Dengan kondisi tanah subur yang sangat memungkinkan berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan bisa dibudidayakan, maka pengembangan usaha di sektor pertanian / perkebunan di Desa Babadan bisa diarahkan pada peningkatan produktifitas.

TANAH SAWAH

Jenis SawahLuas (Ha)
1. Sawah Irigasi Teknis4.6
2. Sawah Irigasi 1/2 Teknis
3. Sawah Tadah Hujan5.4
4. Sawah Pasang Surut
Total Luas (1+2+3+4)10.00

TANAH KERING

Jenis Tanah KeringLuas (Ha)
1. Tegal/Ladang811,74
2. Pemukiman116,46
3. Pekarangan199,69
Total Luas (1+2+3)1.127,89

TANAH PERKEBUNAN

Jenis PerkebunanLuas (Ha)
1. Tanah Perkebunan Rakyat250,00
2. Pemukiman28,17
Total Luas (1+2)278,17

TANAH FASILITAS UMUM

Jenis Fasilitas UmumLuas (Ha)
1. Kas Desa/Kelurahan (a+b)19,48
a. Tanah Bengkok17,32
b. Kebun Desa2,17
2. Lapangan Olahraga2,06
3. Perkantoran Pemerintahan0,04
4. Tempat Pemakaman Desa/Umum1,62
5. Bangunan Sekolah/Perguruan Tinggi2,45
6. Pertokoan0,20
7. Jalan17,21
Total Luas (1+2+3+4+5=6+7)43,06
  • Bidang Kehutanan

Desa Babadan tergolong berpotensi tinggi untuk pengembangan bidang kehutanan, utamanya adalah produksi tanaman kayu. Hal ini dapat dilihat dari mulai maraknya pengembangan hutan rakyat dengan tanaman berdaur pendek dari jenis kayu sengon dan jabon. Selain hutan rakyat, potensi pengembangan ekonomi masyarakat juga sudah dilakukan pada kawasan hutan Negara (areal kelola Perum Perhutani) melalui penerapan sistem agroforestry yang memadukan produksi tanaman kayu pinus dan tanaman kopi.

Areal pengembangan agroforestry yang dikelola oleh masyarakat dusun madurajo mencapai luasan kurang lebih 80 hektar. Dengan menyesuaikan kondisi iklim yang ada, maka tanaman kopi sebagai komponen agroforestry dipilih dari jenis kopi arabika yang didatangkan dari daerah Gayo-Aceh Tengah. Dalam usaha pengembangan yang dilakukan, penerapan agroforestry di Dusun Maduarjo juga menjalin hubungan kerjasama dengan Badan Litbang Pertanian (Kebun Percobaan) Gayo – BPTP Aceh Kabupaten Bener Meriah.

TANAH HUTAN

Jenis HutanLuas (Ha)
1. Hutan Lindung121,60
2. Hutan Produksi188,70
a. Hutan Produksi Tetap188,70
3. Hutan Rakyat25,00
Total Luas (1+2+3+4+5=6+7)43,06
  • Bidang Pertenakan

Bidang peternakan (utamanya sapi perah) merupakan salah satu potensi unggulan di desa babadan yang terkonsentrasikan di dusun maduarjo. Keberadaan industry atau perusahaan sapi perah penghasil susu, yaitu PT.Greenfields Indonesia telah mendorong berkembangnya usaha produksi susu oleh masyarakat.

Dampak positif yang dirasakan dari berkembangnya peternakan sapi perah adalah munculnya keragaman usaha yang menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat setempat. Dan bahkan lebih dari itu, limpahan ekonomis dari peternakan ini mampu menjadikan desa Babadan (dusun maduarjo) menjadi sentra bahan baku rumpu pakan ternak dalam skala besar yang diperoleh dari budidaya tanaman rumput seluas kurang lebih 55 hektar, yang mampu menghasilkan makan ternak 79,91 Ton/Ha

NoJenis TernakJenis Pemilik (Orang)Perkiraan Jumlah Populasi (Ekor)
1Sapi211280
2Anjing3753
3Kucing1920
4Ayam Kammpung9842718
5Jenis Ayam Broiler23000
6Bebek946
7Burung Langka Lainnya11
8Kambing327753
9Angsa39
10Kelinci260
Kondisi Sumberdaya Alam
Scroll to top